Sayuran pahit yang kaya manfaat

Food Daily - Ketika tubuh makan terlalu banyak makanan yang tidak sehat, tubuh akan terasa lelah, letih, lesu, dan tidak segar. Hal ini disebabkan oleh berbagai zat tambahan yang ada di dalam makanan, seperti pengawet atau pemanis buatan. Zat-zat ini akan memenuhi Ginjal dan Hati. Lever diperlukan tubuh untuk menyaring racun. Ketika lever terlalu penuh, hal ini bisa membuat ginjal bekerja terlalu keras. Di situasi seperti ini, mengonsumsi sayuran pahit bisa membantu. Walaupun mungkin Anda tidak menyukai rasanya, makanan pahit memiliki manfaat tersendiri. Bahkan, makanan pahit seperti Pare dikatakan bisa memecah Batu Ginjal.
Berikut adalah manfaat sayuran pahit untuk tubuh :
Meningkatkan Pencernaan : rasa pahit dari sayuran pahit seperti Pare memiliki peran sendiri yaitu dapat merangsang pencernaan sehingga meningkat. Menjaga kesehatan Lambung : Sayuran pahit bisa mengurangi sensitivitas tubuh terhadap makanan tertentu. Sehingga bisa meningkatkan kesehatan lambung. Menjaga Gula Darah : Beberapa studi mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi sayuran pahit dapat menormalkan kadar gula darah, kadar hormon, dan fungsi hormon endokrin.

Lalu, sayuran pahit apalagi yang memiliki manfaat baik bagi tubuh?

Daun Pepaya
Sayuran yang satu ini diolah saat daunnya masih muda menjadi masakan yang lezat dan bergizi tinggi. Selain dapat diolah menjadi makanan lezat, daun papaya juga dapat dijadikan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Daun pepaya mengandung zat papain tinggi sehingga membuat rasanya menjadi pahit, namun zat ini justru dapat meningkatkan nafsu makan lho. Cara mengolah daun pepaya ada berbagai macam cara, salahtunya adalah dengan cara tumis. Daun yang baik untuk di tumis adalah daun yang berasal dari pohon jantan.

Di tanah Sunda, hampir semua makanan disajikan menggunakan lalapan, salah satunya adalah daun pepaya. Di Yogyakarta, daun pepaya muda diolah dengan cara digulung lalu diisi dengan parutan kelapa, ikan, udang, dan bumbu-bumbu lain, namanya Bunthil. Rasanya gurih dan sedikit pedas. Sedangkan untuk Indonesia Timur terutama Maluku, daun pepaya diolah menjadi tumis bunga pepaya. Bunga pepaya ditumis bersamaan dengan daun pepaya dan dicampurkan dengan ikan asin atau teri goreng yang disantap bersamaan dengan singkong rebus. Selain itu, di Sulawesi Timur, daun pepaya diolah menjadi Garo bunga pepaya, yaitu daun pepaya yang diolah dengan daun pepaya, daun kemangi, daun mlinjo, dan ikan cakalang.

Pare
Tumbuhan yang di alamnya tumbuh secara merambat ini mudah kita temui di pedagang Siomay. Pare tumbuh di daerah Tropis di wilayah Asia Timur seperti Jepang, China, dan Korea. Pare banyak dimanfaatkan untuk pengobatan gangguan pencernaan. Bisa juga dibuat sebagai minuman penambah semangat yang di ekstrak menjadi kapsul untuk obat herbal atau jamu. Pare dapat merangsang nafsu makan dan menyembuhkan penyakit kuning dan obat malaria. Kandungan betakarotin didalamnya yang lebih besar dibandingkan Brokoli dapat mencegah timbulnya penyakit Kanker dan mengurangi resiko serangan Jantung atau Infeksi Virus. Daun Pare dapat menyembuhkan sembelit pada bayi, menurunkan demam, serta mengeluarkan cacing kremi dan menyembuhkan batuk. Biji Pare dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi Larva alami. Di Indonesia, Pare bisa diolah menjadi gado-gado, pecel, rending, atau gulai. Di Jepang, Pare dapat diolah menjadi sup, tempura, atau asinan sayuran.

Lobak Putih
Sayuran berwarna putih dan bertekstur krenyes ini banyak ditemui dalam sup. Sebagian orang memang tidak menyukainnya karena aroma dan rasanya yang pahit. Tumbuhan ini pertama kali ditemukan di Negeri China, kemudian dibudidayakan di Indonesia dan negara sekitarnya. Lobak mudah ditanam ditanah yang subur dan udara yang sejuk.

Selain sebagai bahan makanan, di China dan Korea, Lobak digunakan sebagai obat penyakit, misalnya mengatasi perut kembung, sembelit, darah tinggi, dan juga demam. Lobak Putih mengandung Vitamin A, B1, B2, Niasin, Minyak Atsiri, Kolin, Serat, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, dan Asam Oksalat. Lobak juga mengandung antibiotic yang dapat membantu tubuh mencegah bakteri. Lobak juga kaya akan serat, sehingga akan membuat yang memakannya merasa kenyang lebih lama.

Sawi Pahit
Di China, Sawi Pahit sangat dijaga karena mengandung nutrisi yang tinggi. Sawi Pahit mengandung Serat, Vitamin B1, B2, B6, C, dan E, serta mengandung Klorofil, Karoten, dan Mangan. Sawi Pahit juga biasa dikenal dengan Sawi Hijau oleh masyarakat Indonesia kebanyakan. Saking banyaknya tanaman Sawi di Indonesia, banyak sekali olahan makanan yang menggunakan bahan Sawi, bahkan ada yang mengkonsumsinya langsung tanpa memasaknya terlebih dahulu.

Rasa pahit yang terdapat pada sayuran tersebut diatas berasal dari zat bernama Quinine. Zat ini mengandung antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas.

Bagaimana? Masih tidak tertarik mengkonsumsi sayuran pahit tersebut diatas setelah tahu manfaatnya? Sebaiknya anda berfikir lagi, karena ternyata sayuran pahit tersebut mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Semoga tulisan sayuran pahit yang kaya manfaat menurut Food Daily ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Sehat selalu untuk kita semua!.
Loading
Love This Article?

Artikel ini dipost oleh

0 komentar untuk Sayuran pahit yang kaya manfaat.


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar